Kecemburuan Orang Miskin Kepada Orang Kaya Yang Sholeh


“...mereka bersedekah, sedangkan kita tidak dapat bersedekah...”

Dalam hadist, tergambarkan ada kaum fakir dari golongan sahabat yang iri kepada sahabat lain yang lebih kaya dalam hal ibadah, mereka pun berdialog dan mencurahkan isi hatinya kepada Rasulullah SAW sebagai berikut :

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه bahwasanya kaum fakir dari golongan sahabat-sahabat Muhajirin sama mendatangi Rasulullah صلی الله عليه وسلم

Lalu mereka berkata: "Orang-orang yang berharta banyak itu sama pergi - yakni meninggal dunia - dengan membawa derajat yang tinggi-tinggi serta kenikmatan yang kekal."

Rasulullah صلی الله عليه وسلم bertanya: "Mengapa demikian?"
Orang-orang itu menjawab: "Karena mereka dapat bersembahyang sebagaimana kita juga bersembahyang, mereka berpuasa sebagaimana kita berpuasa, mereka bersedekah, sedangkan kita tidak dapat bersedekah dan sedangkan mereka dapat memerdekakan - hamba sahaya - dan kita tidak dapat memerdekakan itu."

Rasulullah صلی الله عليه وسلم lalu bersabda: "Sukakah engkau semua saya beritahukan akan sesuatu amalan yang dengannya itu engkau semua dapat mencapai pahala orang yang mendahuluimu dan pula dapat mendahului orang yang sesudahmu. Juga tiada seorang pun yang menjadi lebih utama dari padamu semua, melainkan orang yang mengerjakan sebagaimana amalan yang engkau semua lakukan ini?"

 Para sahabat menjawab: "Baiklah, ya Rasulullah."
Beliau kemudian bersabda lagi: "Bacalah tasbih - Subhanallah, takbir - Allah Akbar - dan tahmid - Alhamdulillah - setiap selesai bersembahyang sebanyak tiga puluh tiga kali masing-masing."

 Selanjutnya kaum fakir dari golongan sahabat Muhajirin itu kembali mendatangi Rasulullah صلی الله عليه وسلم lalu mereka berkata: "Saudara-saudara kita golongan yang hartawan- hartawan itu telah mendengar mengenai apa yang kita kerjakan ini, oleh sebab itu mereka pun mengerjakan sebagai yang kita lakukan itu."

 Rasulullah صلی الله عليه وسلم lalu bersabda: "Yang sedemikian itu adalah keutamaan Allah yang dlkaruniakan oleh Nya kepada siapa saja yang dikehendaki." (Muttafaq 'alaih) Ini adalah lafaz riwayat Imam Muslim.

Syarah Hadist :

1.       Hadist ini merupakan bukti semangat dari para sahabat untuk melakukan kebaikan.

2.       Hadist ini memberikan gambaran tentang generasi muslim masa lalu yang rajin berinfak, sebagai rasa syukur atas nikmat yang diberikan kepada mereka.

3.       Pintu untuk mendapatkan kebaikan sangat banyak dan beragam.

4.       Nikmat yang diberikan Alloh sangat besar. Dialah yang memberi rezeki. Dia pula yang memberikan pahala infak. Dialah yang telah memberikan kemudahan kepada hambaNya untuk berbuat kebaikan dan Dia pula yang merikan pahala berbuat baik.

5.       Hadist ini menjelaskan keutamaan dzikir sesudah sholat, Juga menganjurkan kita agar senantiasa membaca dzikir tersebut setiap selesai sholat.

6.       Kita yang diberi harta sudah seharusnya berbuat kebaikan dengan segala macamnya, dan tidak hanya terbatas pada infak.

7.       Kita yang kondisi ekonominya kekurangan haru tetap mencari rezeki supaya bisa bershodaqoh dan mendapatkan pahala shodaqoh.

8.       Kaya adlah ujian sedangkan miskin adalah cobaan. Orang mukmin adalah orang yang ketika miskin dan bersyukur ketika kaya.


Semoga Alloh memberikan taufik dan Hidayahnya dari hadist ini kepada Kita, sehingga kita dapat memanage harta yang kita miliki dan gemar berbagi ( sedekah & donasi ) kepada sesama dengan harta terbaik kita.


Sumber Kisah & Syarah Hadist :

1.            Hadist ke 573, Syarah & Terjemah Ridahus Shalihin Jilid 1, Karya DR. Mustofa Said Al Khin dkk, Penerbit Al I’tishom Jakarta

2.            https://hadits-shahih-indonesia.blogspot.com/

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kecemburuan Orang Miskin Kepada Orang Kaya Yang Sholeh"

Posting Komentar