" Aduh, yang sedemikian itu adalah merupakan harta yang banyak.... “


Kisah Abu Talhah Dan Kebum Kurmanya

Alloh SWT berfirman : ”Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu infakkan, padahal kamu tidak mau mengambilnya, kecuali dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Ketahuilah bahwa Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji. “
(Qs. Al Baqarah  : 267 )

Di dalam Kitab Riyadhus Shalihin, Bab 37, diceritakan sebagai berikut :

Dari Anas رضي الله عنه, katanya: "Abu Thalhah adalah seorang dari golongan kaum Anshar di Madinah yang terbanyak hartanya, terdiri dari kebun kurma. Di antara harta- hartanya itu yang paling dicintai olehnya ialah kebun kurma Bairuha'. Kebun ini letaknya menghadap masjid - Nabawi di Madinah. Rasulullah صلی الله عليه وسلم suka memasukinya dan minum dari airnya yang nyaman."

 Anas berkata: "Ketika ayat ini turun ( Qs. Al Baqarah : 267) , yakni yang artinya: "Engkau semua tidak akan memperoleh kebajikan sehingga engkau semua suka menafkahkan dari sesuatu yang engkau semua cintai," maka Abu Thalhah berdiri menuju ke tempat Rasulullah صلی الله عليه وسلم, lalu berkata: "Ya Rasulullah, sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman: - artinya sebagaimana di atas. Padahal hartaku yang paling saya cintai ialah kebun kurma Bairuha', maka sesungguhnya kebun itu saya sedekahkan untuk kepentingan agama Allah Ta'ala. Saya mengharapkan kebajikannya serta sebagai simpanan - di akhirat di sisi Allah. Maka dari itu gunakanlah kebun itu ya Rasulullah, sebagaimana yang Allah memberitahukan kepada Tuan.

Kemudian Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda: "Aduh, yang sedemikian itu adalah merupakan harta yang banyak keuntungannya - berlipat ganda pahalanya bagi yang bersedekah, yang sedemikian adalah merupakan harta yang banyak keuntungannya. Saya telah mendengar apa yang engkau ucapkan dan sesungguhnya saya berpendapat supaya kebun itu engkau berikan kepada kaum keluargamu - sebagai sedekah."

Abu Thalhah berkata: "Saya akan melaksanakan itu, ya Rasulullah." Selanjutnya Abu Thalhah membagi-bagikan kebun Bairuha' itu kepada keluarga serta anak-anak pamannya." (Muttafaq 'alaih)

Sahabat, itu sepenggal kisah teladan yang dapat kita contoh dari Abu Talhah r.a. Sabat Nabi SAW, yang selalu gercep dalam melaksanakan perintah Allo SWT di dalam Al Quran. Sahabat yang menginginkan keridhoaan Alloh dan Rasulnya, melebihi harta yang di sukainya. Ia berbagi kepada sanak keluarganya sebagai sedekah terbaiknya.

Semoga Alloh memberikan taufik dan Hidayahnya dari Kisah ini kepada Kita, sehingga kita dapat meneladini sikap beliau untuk mendahulukan perintah Alloh SWT dan Rasulnya, serta gemar berbagi ( sedekah & donasi ) kepada sesama dengan harta terbaik kita.

Sumber Kisah :

1.       Hadist ke 299, Syarah & Terjemah Riyadhus Shalihin Jilid 1, Karya DR. Mustofa Said Al Khin dkk, Penerbit Al I’tishom Jakarta

2.       https://hadits-shahih-indonesia.blogspot.com/



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "" Aduh, yang sedemikian itu adalah merupakan harta yang banyak.... “"

Posting Komentar